• (022) 4203368 - Ext.313

21 Aug

Forum Komunikasi
Program Studi Teknik Pertambangan Se-Indonesia
Makasar, 14 – 16 Agustus 2017

Orasi Ilmiah Ketua Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Islam Bandung, Ir. Sri Widayati, MT., di Forum Komunikasi Program Studi Pertambangan di Makassar tentang Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi Pertambangan Sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

Dalam penyampaiannya, sosok wanita supel dan ceria ini menjelaskan tentang perubahan kurikulum yang sedang berjalan di Prodi Teknik Pertambangan UNISBA sedang berjalan kearah Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Menurut SK MENDIKNAS 232/U/ 2000, Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan peniliannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di perguruan tinggi.

Dalam penyesuaian itu, perlu dilakukan perubahan kurikulum yang berdasarkan KKNI di prodi Tambang Unisba. Hal ini Karena paradigma yang berbeda antara kurikulum yang sudah berjalan dengan UU yang telah terbit yahun 2000 tersebut.

perubahan

ALASAN MENDASAR PERUBAHAN KURIKULUM PRODI TEKNIK PERTAMBANGAN, FT – UNISBA

  1. Hasil Temuan Re-Akreditasi Tahun 2013, dimana ada beberapa hal yang menjadi temuan diantaranya adalah belum jelasnya benang merah dari Kurikulum 2008 yang dilaksanakan oleh Prodi Teknik Pertambangan, FT – UNISBA

Regulasi Pemerintah dalam penetapan kompetensi lulusan pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi.

Mengapa KKNI???

Menurut UU No. 12 Tahun 2012 Pasal 29 ayat (2) menyatakan bahwa Kerangka Kualifikasi Nasional menjadi acuan pokok dalam penetapan kompetensi lulusan pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Perpres No. 8 Tahun 2012 ayat [1]), adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Dalam perkembangannya, Prodi Tambang UNISBA  telah merumuskan pergeseran kurikulum dengan basis KKNI dengan profil target lulusan antara lain :

  1. Mampu menyusun dan menerapkan good mining practice serta menyelesaikan masalah dan membantu memperbaiki rancangan sistem pengolahan sumberdaya mineral di tempat kerjanya (pemerintahan atau swasta) melalui pendekatan keilmuan teknik pertambangan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
  2. Berjiwa mandiri, kreatif dan memiliki daya juang dalam menghadapi berbagai situasi sebagai wirausaha melalui peningkatan nilai tambah bahan tambang dan berinovasi dalam mengembangkan, memanfaatkan energi baru dan terbarukan berlandaskan nilai-nilai Islam;

Mampu belajar seumur hidup untuk mengikuti perkembangan IPTEK dan IMTAQ yang berciri 3M (Mujahid, Mujtahid dan Mujaddid); dalam bidang Teknik Pertambangan.

Dari rumusan profil yang sedang dikembangkan tersebut, titik akhir dari lulusan akan menghasilkan Kompetensi Utama, Komptensi Pedukung dan Kompetensi Penciri.

Kompetensi Utama

  1. Memiliki kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dasar (matematika, fisika, kimia), keilmuan, dan keteknikan.
  2. Memiliki kemampuan dalam melakukan eksperimen dan interpretasi berdasarkan data-data yang tersedia.
  3. Memiliki kemampuan dalam perancangan dan pemahaman suatu sistem, komponen, maupun proses dengan memperhatikan faktor-faktor pembatas yang sering dijumpai dalam industri pertambangan seperti ekonomi, lingkungan, sosial, pemasaran, serta kebijakan dan peraturan pemerintah.
  4. Memiliki kemampuan untuk bekerjasama dalam suatu tim, baik dalam disiplin ilmu yang sama maupun dengan disiplin ilmu lain.
  5. Memiliki kemampuan untuk selalu mencari cara terbaik dalam pemecahan permasalahan teknik yang dihadapi, melalui penerapan metodologi, alat analisis dan prinsip-prinsip optimasi.
  6. Memiliki pemahaman yang baik sehubungan dengan tanggung jawab profesional maupun etika yang berlaku umum dalam dunia pertambangan.
  7. Memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi secara efektif.
  8. Memiliki wawasan yang cukup dalam memahami konsekuensi dari suatu aktivitas penambangan secara global baik dari sisi ekonomi, sosial budaya, maupun terhadap lingkungan.
  9. Memiliki kesadaran untuk selalu berusaha dan belajar dari pengalaman untuk mendapatkan inovasi-inovasi baru.
  10. Memiliki kemampuan untuk menyerap isu-isu dan informasi-informasi terbaru,
  11. Memiliki kemampuan untuk menggunakan teknik, ketrampilan, dan peralatan-peralatan terkini dalam terkini dalam industri pertambangan.

Komptensi Pedukung

  1. Mampu melakukan penambangan terbuka maupun penambangan bawah tanah;
  2. Mampu membuat design dengan mengaplikasikan software terkait perencanaan tambang.
  3. Mampu berinovasi dalam mengembangkan, memanfaatkan energi baru dan terbarukan.

Kompetensi Penciri

  1. Mampu mengembangkan jiwa enterpreneur melalui peningkatan nilai tambah bahan tambang;
  2. Mampu berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tulisan serta memiliki wawasan yang luas dalam bidang IPTEK dan IMTAQ yang berciri 3M (Mujahid, Mujtahid dan Mujaddid);

forum-kapordi

 

@red:YLD(2017)

Leave a Comment